Hati-Hati Membawa Oleh-oleh yang Membuat Kamu Berurusan dengan Bea Cukai (Part 1)

Memenuhi travel bag kita dengan oleh-oleh dari traveling luar negeri adalah agenda yang tak boleh dilewatkan. Sayangnya, tidak semua oleh-oleh bebas kamu bawa pulang. Akan ada petugas Bea Cukai di bandara serta aturan yang harus kamu lewati terlebih dahulu. Jika ada ketentuan yang kamu langgar dalam membawa oleh-oleh tersebut, maka kamu mau tidak mau harus berurusan dengan petugas Bea Cukai, dan ini berkaitan dengan pembayaran pajak atau denda yang nominalnya bisa cukup besar.

Indonesia punya peraturan ketat tentang barang-barang atau suvenir yang dibawa dari luar negeri. Peraturan tersebut ada dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang yang Dibawa Oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman.

Salah satu aturan di bea dan cukai adalah kamu tidak boleh membawa barang tertentu dalam jumlah banyak. Misalnya, tidak membawa aneka wine dari Eropa lebih dari 1 liter. Oleh-oleh lainnya dalam jumlah banyak yang sering menjadi masalah adalah cerutu. Jika kamu pulang dari Kuba, maka baiknya kamu tidak membawa cerutu lebih dari 25 batang. Atau kamu akan berurusan dengan petugas Bea Cukai.

Selain itu, masalah lain yang biasa menimpa traveler adalah jenis-jenis barang bawaan. Dijelaskan dalam pasal 13 tentang Pemeriksaan dan Pengeluaran Barang Impor yang Dibawa oleh Penumpang. Ini yang sering disebut Jalur Merah, yaitu benda-benda yang harus dalam status 'declared’.

Ini ditemui dalam formulir yang diberikan kepada penumpang sebelum mendarat di Indonesia. Maka kamu harus memastikan ya bahwa travel bag kamu tidak membawa barang-barang yang akan membuatmu berurusan dengan petugas Bea Cukai. Kecuali kalau kamu memang seorang pebisnis yang sudah siap dengan konsekuensi Bea Cukai.

#travelbag

No Comments Yet.

Leave a comment