Hati-Hati Membawa Oleh-oleh yang Membuat Kamu Berurusan dengan Bea Cukai (Part 2)

Lalu setelah itu oleh-oleh lainnya yang pasti bermasalah adalah teh coca yang asli dari Pegunungan Andes. Teh coca memiliki cita rasa yang lezat dan membantu melawan berbagai macam penyakit, dan teh ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai tempat di sana. Sayangnya, teh ini menggandung kokain. Maka tidak heran jika travel bag kamu ada oleh-oleh teh coca kamu akan juga akan berurusan dengan pihak berwenang. Lebih amanya jangan deh! Masih banyak kok oleh-oleh yang lain yang lebih aman.

Oleh-oleh lainnya yang biasa bermasalah adalah hewan awetan. Tidak sedikit traveler yang membawa hewan awetan sebagai oleh-oleh saat melancong ke luar negeri. Seperti di Penang, Malaysia misalnya, kau dapat membeli suvenir awetan kupu-kupu di Butterfly Farm. Kupu-kupu ini telah mati dan diawetkan, namun barang tersebut tetap harus jalur merah dari petugas bea cukai. Namun biasanya, kupu-kupu awetan dari tempat penjualan yang resmi biasanya diberikan semacam keterangan resmi.

Perhatikan peraturan-peraturan tersebut ketika hendak berbelanja suvenir di luar negeri. Pemeriksaan Bea Cukai tidak harus berarti kita dilarang membawa oleh-oleh tersebut, namun benda-benda itu memang harus diperiksa secara khusus. Kecuali kalau kamu tidak masalah dengan prosedur itu, maka tidak masalah juga kamu membeli oleh-oleh tersebut.

Tapi jika tidak mau ribet di bandara, apalagi dengan kondisi tubuh lelah pulang traveling, tidak ada salahnya membeli suvenir yang aman-aman saja. Gantungan kunci atau miniatur, sudah cukup sebagai buah tangan berharga dari luar negeri. Selain itu travel bag kita juga tentunya masih cukup banyak memiliki tempat untuk menyimpan benda-benda tersebut.

#travelbag

No Comments Yet.

Leave a comment